April 10, 2017

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah

Di telinga masyarakat Melayu, nama Tengku Agung Sultanah Latifah tentu sudah tidak asing lagi. Apalagi sejak tanggal 11 Agustus 2007, nama ini resmi disematkan oleh Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono sebagai nama jembatan raksasa yang membentang sepanjang 1.196 meter.

Megah dan Kokoh itulah kesan pertama kali terlintas ketika melewati Jembatan yang membelah “Sungai Jantan” (siak) konon katanya merupakan sungai terdalam di Indonesia.

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) dirancang sejak tahun 2001 oleh Tim Ahli dari ITB dan pada tanggal 31 Desember 2002 Pemerintah Daerah Kabupaten Siak mulai melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan jembatan ini.

Jembatan yang didesain hingga usia lebih dari 100 tahun ini dibangun melalui sistem “cable stayed”, dengan konstruksi modern, seperti halnya jembatan yang ada di negara-negara maju. Memiliki ketinggian 23 meter di atas permukaan air dan lebar yang mencapai sekitar 300 meter. Diatas jembatan berdiri dua menara setinggi masing-masing 80 meter dilengkapi dengan dua buah lift untuk menuju puncak menara. Kedepan dua menara tersebut nantinya akan menjadi “Point Value” di sektor wisata, karena akan dibangun kafe disisi selatan dan sebuah diorama pada sisi utara, sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan panorama Kota Siak yang dilintasi sungai yang meliuk bak seekor naga.

Keindahan panorama yang disuguhkan dari Jembatan ini benar-benar dapat memanjakan mata. Pada saat sore menjelang malam pemandangan dari atas jembatan begitu sangat indah karena bayangan matahari terpancar jelas diatas kilauan air sungai siak yang berwarna keemasan.

Menjelma sebagai ikon baru wisata Siak, Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah kian memperkuat Kabupaten Siak sebagai daerah kunjungan wisata di Provinsi Riau karena selain Istana Kesultanan Siak dan wisata lainnya jembatan ini juga menjadi incaran para wisatawan.

(Sumber: Dinas Pariwisata Siak)